Festival ini

dipersembahkan oleh Cinematography Club Fikom Unpad.
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 24 Januari 2011

Syauqy Lukman (Juri Program Kompetisi Video Klip)

Syauqy Lukman adalah seorang full-time gamer yang memiliki banyak hobi. Kini, Syauqy harus mengurangi durasi bermain game-nya secara signifikan karena persiapan menikah dan hanimun.

Syauqy Lukman kini tengah memiliki kesibukan sebagai dosen Humas Fikom Unpad dan SBM ITB, juga menjadi penyiar di Rase FM dan Manajer penyanyi solo Sarasvatī. Beliau juga mengurus Belia - Pikiran Rakyat, sebuah surat kabar regional Jawa Barat yang berpusat di Bandung.

Helvi Sjarifuddin (Juri Program Kompetisi Video Klip)

Helvi adalah Founder dari Fast Forward Record yang ia dirikan bersama dua orang rekannya, Achmad Marin dan Didit Aditya pada tahun 1999. Dalam FFWD, Helvi memimpikan agar musisi-musisi Indonesia mau untuk lebih menghasilkan musik yang bagus dan jujur, ketimbang melayani selera pasar. Maka dari itu ia menghadirkan FFWD records sebagai sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Helvi bersama rekan-rekannya ingin menawarkan musik yang bagus kepada orang-orang, mereka yang mau tahu banyak tentang musik terutama karya musisi lokal.

Anto Arief (Juri Program Kompetisi Video Klip)

Adalah lulusan Desain Produk Itenas yang menyukai musik dan menggambar. Ia banyak menghabiskan lebih dari 10 tahun ini dengan bekerja bersinggungan dengan bidang kreatif. Dari menulis, menggambar dan musik, serta dekat dengan kultur anak muda jaman sekarang. Anto Arief memiliki band dan acara musik di radio Oz Bandung serta secara regular tampil bernyanyi setiap akhir pekan. Ia menulis pertama kali ketika bergabung dengan majalah Ninety Niners milik radio yang bernama sama di Bandung pada tahun 1999. Setelah mencoba bekerja di Jakarta, Anto Arief kembali bekerja di Bandung di tahun 2007 dan bekerja sebagai desainer pada art department untuk Celtic & Monik bersama dengan Ahmad Marine Ahmad, Eric Wiryanata, Egga Pratama & Marishka Soekarna. Lalu tahun berikutnya pada tahun 2008 adalah awal keterlibatannya dengan studio S.c.a.n.d.a.l. Mengerjakan project buku ‘After Ten Years Friends Call Us Unkl’.
Kini Anto Arief mendedikasikan hidupnya untuk bermain musik, berkarya dan siaran serta menjadi tim dosen Desain Produk Itenas.

Jumat, 21 Januari 2011

Program Festival Padjadjaran pada Sabtu, 29 Januari 2011

FESTIVAL PADJADJARAN: Festival Film dan Video Klip Bandung 2011
berlangsung di Gedung Indonesia Menggugat mulai 9.30am - end

Program Forum “Supaya Kenal Penggiat Film Bandung
Menjadi suatu yang urgen bagi Kota Bandung untuk memerhatikan pergerakan perfilmannya. Sebagai Kota Kreatif, terbukti Bandung belum menghasilkan sineas yang menasional dan mendunia. Kalaupun ada, tak lebih dari hitungan jari dengan satu tangan untuk menyebut sineas yang punya prestasi mengkilap. Apa yang terjadi? Apa masalahnya?

Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu tak dapat digeneralisasi berdasarkan asumsi kita pribadi semata. Kita perlu mendengar secara langsung dari berbagai pihak yang merasa dirinya concern terhadap film. Bahkan kita sendiri pun perlu berbicara tentang pandangan kita terhadap perjalanan dan perkembangan perfilman Kota Bandung selama ini.

Namun sebelum jauh ke arah sana, sebelum kita saling mengetahui pandangan masing-masing tentang perfilman di Kota Bandung, perlu kiranya kita untuk saling mengenal satu dengan yang lain, termasuk dengan penonton atau penikmat film. Forum ini terbuka bagi siapa pun seluas Gedung Indonesia Menggugat.

Malam Penganugerahan (berlangsung 7pm-end)
Suatu bentuk apresiasi dari kami untuk memberikan penghargaan berupa piala, dengan nama "PUSAKA JAYA" kepada para filmmaker dan videografer terbaik berdasarkan penilaian juri.
Penghargaa untuk FILM PENDEK, kategorinya yaitu:
  • Film Pendek Terbaik
  • Sutradara Film Pendek Terbaik
  • Ide dan Cerita Terbaik
Penghargaa untuk VIDEO KLIP, kategorinya yaitu: 
  • Video Klip Terbaik
  • Sutradara Video Klip Terbaik
  • Konsep Terbaik 

Program Festival Padjadjaran pada Jumat, 28 Januari 2011

FESTIVAL PADJADJARAN: Festival Film dan Video Klip Bandung 2011
berlangsung di Bale Rumawat Kampus Unpad Jl.Dipatiukur mulai 9.30am - selesai.

Program Pemutaran Film Spesial, "Jakarta Maghrib" karya Salman Aristo
Jakarta Maghrib adalah sebuah usaha untuk menangkap suasana metropolitan saat sedang menuju kontemplasinya. Semua hubungan manusia menemui ambang batasnya di waktu Maghrib, itulah benang merah dari 6 cerita yang ada. Sepasang suami istri yang ingin bercinta (Indra Birowo & Widi Mulia) dalam IMAN CUMA INGIN NUR, seorang preman dan penjaga musholla (Asrul Dahlan & Sjafrial Arifin) dalam ADZAN, penghuni kompleks perumahan (Lukman Sardi, Ringgo Agus Rahman, Dedi Mahendra Desta, Fanny Fabriana, Lilis) yang menunggu tukang nasi goreng langganan mereka dalam MENUNGGU AKI, sepasang kekasih (Reza Rahadian & Adinia Wirasti) yang mencari jalan pintas dalam JALAN PINTAS, anak kecil yang ketakutan (Aldo Tansani) dalam CERITA SI IVAN, dan pertemuan dari semua tokoh tersebut dalam BA'DA.

Program Diskusi Seputar Video Klip

Program Kompetisi Film Pendek & Video Klip (Pemutaran dan Diskusi)

AKU DAN DIA (Film Pendek)
  • "Wawan & Wati", Ventilasi, Angga Hamzah Firdaus
     Pertemuan dengan perbincangan minimalis antara Wawan dan Wati. 
  • "Penantian Tri", Sublimotion, Resna Ria Asmara
    Kisah seorang pembantu rumah tangga menjaga komitmen dengan pasangannya dalam hubungan jarak jauh.
  • "Rasa Rindu", Sanggar Sinema Storylab, Nuraziz Widayanto
    Sebuah kerinduan dalam hubungan tanpa suara. Bagaimana sebuah rasa ketika dibahasakan.

BERJUTA RASANYA (Video Klip)
  • Baby Eats Cracker "Kish-Kish", Liga Film Mahasiswa ITB, Ahmad Husan 
  • Soul Id "Hanya Bayangan", Mxworks, Mega Pamungkas
  • Glory of Love "Rasa Ini Tak Ada Lagi", Mxworks, Mega Pamungkas

HASRAT JIWA (Film Pendek)
  • "Battle", Mozzart Multimedia, Robby Prasetyo
     Pertarungan batin seseorang saat dihadapkan pada pilihan antara kejujuran dan kebutuhan.
  • "Paranoia", Sebelas12, Ary M. Subarkah
     Penciptaan sosok ilusi oleh Ginda yang selalu tersiksa di tengah keluarganya yang berantakan. 
  • "Grace", Afterschoolhomeworks, Argin Hasta
    Secara beruntun anggota keluarga meninggal akibat pembunuhan. Grace-lah yang tersisa.
SISI LAIN
  • Karnatra "Kala Pagi Menjelang", Ori
  • Sars "Carousel", Fix Production, M. Myrdal
  • Inwise "Sense Fail", Mxworks, Mega Pamungkas

Program Non-Kompetisi (Pemutaran)
Apa itu Demokrasi? (Video “Democracy is...” karya sineas Bandung)

Program Non-Kompetisi (Pemutaran dan Diskusi)
Premier Film “Komik Bagay
Bedah Karya dan Organisasi Cinematography Club Fikom Unpad

Program Festival Padjadjaran pada Kamis, 27 Januari 2011


FESTIVAL PADJADJARAN: Festival Film dan Video Klip Bandung 2011
berlangsung di Bale Rumawat Kampus Unpad Jl.Dipatiukur mulai 9.30am - selesai.


Film Pembuka “Sugiharti Halim” karya Ariani Darmawan
Apa artinya sebuah nama? Bagi Sugiharti Halim, ternyata nama berarti sejumlah pertanyaan panjang. Kadang kocak, kerap menjengkelkan, dan yang jelas penuh kontradiksi: Apa benar seseorang perlu nama ‘asli’? Apa betul nama bisa dijual? Apa iya identitas bisa disamarkan di balik sebuah nama? Sugiharti Halim menawarkan sebuah cara pandang yang jenaka, ‘nyelekit’, sekaligus kontekstual untuk ditilik lagi hari ini.

Program Pemutaran Film Spesial, "Prison and Paradise" karya Daniel Rudi Haryanto
Bagaimana pandangan Jihadi dalam menyikapi kebijakan politik Amerika? Apa yang terjadi di Indonesia terkait dengan Jihad, Islam, gerakan Islam? Bom Bali 12 Oktober 2002 meninggalkan perdebatan besar tentang pertanyaan itu. Film ini mengajak Anda untuk melihat dari dekat dari subyek utama dari bom Bali pertama. Bagaimana masa depan anak-anak yatim bom Bali I? Bagaimana masa depan anak-anak, para pelaku? Mereka memeluk agama yang sama, doa yang sama, buku yang sama, ibadah yang sama. Apakah mereka memiliki pandangan yang sama jihad? Seorang wartawan Washington Post mantan, alumni Al Mukmin Ngruki Islam Bording murid Sekolah Al Ust, Abu Bakar Ba'asyir, Noor Huda Ismail mencoba untuk menjembatani masalah ini dengan ide rekonsiliasi. Apakah ada TERORISME di Indonesia?

Program Diskusi "Lebih Mengenal Story Lab dan Forum Film Bandung"

Program Kompetisi Film Pendek & Video Klip (Pemutaran dan Diskusi)

PUTIH ABU-ABU (Film Pendek)
  • "Jantan", Potret Cinema.An, Trismandiat
     Kisah dua sahabat karib yang harus berpisah karena sebuah pembuktian konyol.  
  • "Senyum Pagi Ini", Sanggar Sinema Storylab, Derry Rukmana
    Bela sangat ingin melihat guru sekolahnya tersenyum.
JABAT ERAT (Video Klip)
  • Deu Monkey "Aku Dulu", Potret Cinema.an, Trismandiat
  • Rocket Rockers "Hari Untukmu", Mxworks, Mega Pamungkas
  • Auvie "Tak Bisaku Mendua", produksi Rollingaction, sutradara Ery Muchtar
  • Bottlesmoker "Slo Mo Smile", Isha Hening
BUNDA (Film Pendek)
  • "Loloni", To The Moon Picture, Marky Yahya Ali
    Kisah seorang ibu yang mengurung anaknya di ruang gelap karena memberontak kepadanya.
  • "Benting", Forum Filmmaker Pelajar Bandung, Ahmad Hasan Yuniardi
    Saat seisi rumah dibuat kesal oleh omelan Ibu, sebuah benting mengubah segalanya.
  • "Kursinya", To The Moon Picture, Marky Yahya Ali
    Drama minimalis tentang ibu, anak, dan kursinya.
  • "Bu", Layar Tancap, Alam Putra
    Kisah Adi, bocah pasar yang bekerja demi kesembuhan ibunya di tengah kemiskinan.
MENEMBUS BATAS (Video Klip)
  • Bottlesmoker "Stringless Purslane", Isha Hening
  • Originally Stand Alone "Berlalu", Superwortel Motion, Tonny Januardi
  • Karinding Militan "Manunggalung Kawula Gusti", Ori

    Kamis, 20 Januari 2011

    She is Ariani Darmawan

    One of The Judges in The Short Film Competition Program 
    Ariani Darmawan is a video artist/filmmaker who lives and works in Bandung, Indonesia. She studied Fine Arts at the School of the Art Institute of Chicago after finishing her bachelor degree in Architecture at the Parahyangan Catholic University, Bandung. The architecture's programmatic versus fine art's impressionistic methods of thinking had brought her to a world of writing and moving image. 

    Ariani has participated in numerous film festivals and art exhibitions in Europe, North America, Australia and Asia with works ranging from short films, documentary to video installations and collaborative theatrical works. Her latest film, Sugiharti Halim won both Best Film award and Audience's Award in Indonesia's foremost short film festival, Konfiden. Her work also competed in the prestigious Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2009.

    Besides working for her own film production company, Kineruku Productions, Ariani is involved in VideoBabes, an artist initiative group that she established with Prilla Tania in 2004.

    She is now writing and preparing her first feature film, a collaboration with an Indonesian pop rock alternative group, Efek Rumah Kaca.


    SHORT FILMS

    Sugiharti Halim, (a black humour about a Chinese-Indonesian girl who really hates her name). This film is included in 9808: an anthology of 10th years Indonesian Reform by 10 Indonesian filmmakers) / 9:52 min / 2008
    • Bangkok International Film Festival, 2009, Bangkok, Thailand (with 9808)
    • Clermont-Ferrand Film Festival (In Competition), 2009, Clermont-Ferrand, France. 
    • Barcelona Asian Film Festival, 2009, Barcelona, Spain (with 9808)
    • Rotterdam International Film Festival (European Premiere), 2009, Rotterdam, Netherland (with 9808).
    • Winner of Best Film Award and Audience Award - Konfiden Short Film Festival, November 2008, Jakarta, Indonesia.
    • AURORA, Manipulated Moving Image, November 2008, Norwich, United Kingdom.
    • Pusan International Film Festival (International Premiere), 2008, Busan, South Korea (with 9808).

    Dragons Beget Dragons (Anak Naga Beranak Naga) (a documentary film about the music of Gambang Kromong: the Acculturation of the Chinese-Jakartan) 60 min / 2006
    • Festival Résistances, Foix, France, 2009
    • Freedom Film Festival 2008, Kuala Lumpur, Kuching, Johor Baru, Penang, Malaysia, 2008
    • Singapore International Film Festival, Singapore, 2008 
    • Film launching and road show throughout 9 cities in Java-Bali, Indonesia, 2006
    • Screen-Docs Traveling 2006, 15 cities in Indonesia, 2006
    • Goteburg Art Festival, Goteburg, Sweden, 2006
     source: Ariani's personal documents

    Rabu, 19 Januari 2011

    Jakarta Maghrib Hadir dalam Festival Padjadjaran 2011


     
    Salman Aristo, seorang penulis skenario kawakan yang dimiliki oleh Indonesia. Ia terbukti selalu sukses menghasilkan film-film "Box Office" di Indonesia. Tercatat film-film berkualitas tercipta berlandaskan kreativitas dan imajinasinya dalam merangkai kata dalam cerita. Siapa yang tidak tahu film "Brownies" (2005), "Laskar Pelangi" (2008), "Garuda di Dadaku" (2009). Itu hanya beberapa di antaranya.

    Kini, sebuah pengalaman baru ia rasakan. Tak seperti biasa, saat ia pasrah akan jadi seperti apa film yang ditulisnya. Sekarang, ia sendiri yang turun tangan untuk mengeksekusi ceritanya sebagai sutradara. Saatnyalah ia memvisualkan sendiri enam cerita yang ada di benaknya dan sudah tertulis dalam skenario, tentang Jakarta pada saat Maghrib. Sudah waktunya, ia mengumandangkan secara utuh, sebagai penulis dan sutradara, "Jakarta Maghrib".


    Debut film Salman Aristo ini akan tayang perdana di Kota Bandung, dalam Program Pemutaran Film Spesial: "Jakarta Maghrib" di Festival Padjadjaran: Festival Film dan Video Klip Bandung, 28 Januari 2011 di Bale Rumawat Kampus Unpad Jl.Dipatiukur Bandung.

    Official Selection Festival Padjadjaran

    Berikut inilah karya-karya yang lolos dalam kurasi
    Festival Padjadjaran: Festival Film dan Video Klip Bandung 2011.

    FILM PENDEK
    PUTIH ABU-ABU
    "Jantan", Potret Cinema.an, Trismandiat
    "Senyum Pagi Ini", Sanggar Sinema Story Lab, Derry Rukmana

    BUNDA
    "Lolonii", To The Moon Picture, Marky Yahya Ali
    "Benting", Forum Filmmaker Pelajar Bandung, Ahmad Hasan Yuniardi
    "Kursinya", To The Moon Picture, Marky Yahya Ali
    "Bu", Layar Tancap, Alam Putra

    AKU DAN DIA
    "Wawan dan Wati", Ventilasi, Angga Hamzah Firdaus
    "Penantian Tri",  Sublimotion, Resna Ria Asmara
    "Rasa Rindu", Sanggar Sinema Story Lab, Nuraziz Widayanto

    HASRAT JIWA
    "Battle", Mozzart Multimedia, Robby Prasetyo
    "Paranoia", Sebelas12, Ary M. Subarkah
    "Grace", Afterschoolhomeworks, Argin Hasta

    VIDEO KLIP
    JABAT ERAT
    Deu Monkey "Aku Dulu", Potret Cinema.an, Trismandiat
    Rocket Rockers "Hari Untukmu", Mxworks, Mega Pamungkas
    Auvie "Tak Bisaku Mendua", produksi Rollingaction, sutradara Ery Muchtar
    Bottlesmoker "Slo Mo Smile", Isha Hening

    MENEMBUS BATAS
    Bottlesmoker "Stringless Purslane", Isha Hening
    Originally Stand Alone "Berlalu", Superwortel Motion, Tonny Januardi
    Karinding Militan "Manunggalung Kawula Gusti", Ori

    BERJUTA RASANYA
    Baby Eats Cracker "Kish-Kish", Liga Film Mahasiswa ITB, Ahmad Husan
    Soul Id "Hanya Bayangan", Mxworks, Mega Pamungkas
    Glory of Love "Rasa Ini Tak Ada Lagi", Mxworks, Mega Pamungkas

    SISI LAIN
    Karnatra "Kala Pagi Menjelang", Ori
    Sars "Carousel", Fix Production, M. Myrdal
    Inwise "Sense Fail", Mxworks, Mega Pamungkas           

    Senin, 17 Januari 2011

    "The Film’s Big! It's the Audience that Got Small”

    Oleh: JON KASTELLA
    (salah satu juri Program Kompetisi Film Pendek)

    Film? Cerita yang dituturkan lewat bahasa gambar serta suara dan khalayak umum pastinya memiliki pandangan sederhana tentang itu. Berbagai jawaban muncul di benak saya, setelah menelusuri satu pertanyaan yang berbunyi, mengapa menonton film?

    Bagi saya, ada seribu satu alasan. Film mendongengkan kisah yang digambarkan secara beragam, berbagai macam bentuk penjelasan, bervariasi di dalam rangkaian imajinasi yang dihadiahkan kepada pikiran, perasaan, bahkan jiwa demi tujuan kedalaman cerita.

    Satu bentuk kado istimewa yang berisi cerita, dirangkai oleh para karakter yang akrab dengan penonton. Kado itu terwakili oleh sudut pandang peran yang diambil, karakter yang dibangun menjadi kuat serta sebuah “rasa” guna penonton selami dan pahami.

    Bila dimulai dan diakhiri di manapun isi hadiah tadi, tidaklah menjadi halangan. Sepenggal cerita yang dicomot dari peristiwa kehidupan, dapat membeberkan hal-hal kecil sampai dengan sesuatu yang mencerminkan peradaban manusia dan dapat membuahkan tawa bahagia atau kerutan dahi penonton.

    Panjang atau pendek, hitam atau putih, senyap atau berisik adalah sama saja. Untuk film pendek, mungkin lebih dibutuhkan kreatifitas, penguatan karakter dalam waktu singkat dan terutama efektifitas pembeberan cerita. Film pendek bisa lebih menarik melalui ide cerita. Dengan atau tanpa subplot tak jadi masalah, klimaks maupun antiklimaks tak jadi soal. Yang berarti hanyalah konklusi yang lahir dari perasaan setelah menyaksikan sebuah film pendek. Hemat saya, berbentuk apapun, film menghasilkan kesan.

    Kalau dikembalikan kepada keinginan awal tanpa “terbebani” pemikiran kritis apapun, menonton film akan didasari rasa yang amat manusiawi, rasa ingin terhibur semata. Itulah yang pernah terbesit di hati saya, dikala memasuki gedung bioskop atau tempat penyewaan film. Sebuah harapan dalam menonton film.

    Tapi sekarang, mengintip secuil apapun cerita yang dibagi dari sebuah kehidupan, sekaligus bila berkenan mengundang sang imajinasi untuk bekerja sama dengan plot, adegan, ekspresi karakter atau pernak-pernik apapun dari sebuah film, telah berubah wujud menjadi suatu pemandangan yang mempesona.

    Minggu, 16 Januari 2011

    Arena Perhelatan Festival Padjadjaran, 27-28 Januari 2011

    Diresmikan pada tahun 2009, Auditorium Bale Rumawat dibangun dengan tujuan untuk memenuhi standar kualitas pemutaran sebuah film, pagelaran konser musik, teater dan seminar nasional.

    Berkapasitas 120 kursi dan ditunjang dengan layar lebar, sound system dan proyektor yang memadai, Auditorium Bale Rumawat sudah dapat dikatakan sebagai mini bioskop

    Auditorium Bale Rumawat sudah sering digunakan untuk event-event nasional dan internasional. Beberapa di antaranya yang berkaitan dengan acara pemutaran film di Bale Rumawat :
    • Pemutaran Film “GET MARRIED 2” (Format DVD) karya Hanung Bramantyo (yang dihadiri oleh Hanung Bramantyo, Ira Wibowo, Chand Parwez, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf dalam rangkaian Pembacaan Nominasi Film & Sinetron Festival Film Bandung 2010)
    • Pemutaran Film “Joint Security Area & No Man’s Land” (Format DVD) dalam PEACE MOVIE FESTIVAL 2010 Bekerjasama dengan PBB
    • Pemutaran dan Diskusi Film Cin(t)a (Format DVD) karya Sammaria Simanjuntak
    Auditorium Bale Rumawat juga diwacanakan oleh Direktur Perfilman Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, Drs. Ukus Kuswara untuk dijadikan Bioskop Alternatif bersama Auditorium Kampus-Kampus Besar Nasional.

    Sabtu, 15 Januari 2011

    Gita Cerita Dari Kawan

     oleh JON KASTELLA
    (salah satu juri Program Kompetisi Film Pendek)

    Suatu ketika, kira-kira pada pertengahan tahun 2008, saya menerima
    ajakan untuk menonton film secara rutin di Perpustakaan buku, film dan
    musik Batoe Api, Jatinangor, Sumedang. Bang Anton yang sampai sekarang
    masih mendokumentasikan banyak film, ingin sekali menikmati seluruhnya.
    Mulailah kami menyicil satu demi satu film yang sudah menumpuk, walaupun
    sebetulnya, jauh-jauh sebelumnya, kegiatan nonton bareng di Batoe Api sudah
    pernah berjalan.

    Awalnya mencoba, sampai akhirnya saya menemukan beragam jawaban
    atas berbagai pertanyaan yang sebelumnya masih terkubur dalam-dalam.
    Dunia yang begitu luas, “keindahan” yang tak tertandingi, berbagai perbedaan
    yang begitu indahnya, sehingga lenyaplah sudah sebuah ungkapan ‘bagaikan
    katak dalam tempurung’. Dari John Ford sampai dengan David Cronenberg,
    mulai dari Eropa melampaui Afrika hingga Asia, bermula hanya dua warna dan
    tak bersuara menuju penuh warna-warni disertai hingar bingar.

    Sampai sekarang, menonton film secara rutin di Batoe Api telah
    menjelma menjadi banyak hal yang selalu saya syukuri. Termasuk ketika diberi
    kepercayaan untuk menjadi pembicara atau juri pada acara pemutaran film
    serta festival film di sekolahan maupun di kampus-kampus.

    Saya hanyalah seorang penikmat film, yang mengartikan film secara
    alami. Tidak pernah belajar apapun mengenai film, hanya pernah merasai
    bangku kuliah pada jurusan seni musik.

    Film bagi saya adalah jembatan untuk memekarkan kelopak bunga rasa
    keingintahuan saya akan banyak hal, yang tidak saya ketahui sebelumnya dan
    akan tidak saya ketahui nantinya.

    Kamis, 13 Januari 2011

    Film Pendek yang Dikurasi untuk Masuk Official Selection

    Berikut adalah karya-karya yang masuk ke meja panitia sebagai peserta kompetisi di Festival Padjadjaran: Festival Film dan Video Klip Bandung 2011.

    1.  "Emmm...Yummi", produksi Key Creative Production, sutradara Yuli Sulis
    2.  "Tone of Evil", Myrdalism Pictures, Moch. Myrdal
    3.  "2500 Puisi", Sanggar Sinema Storylab, Reinardus Nugraha
    4.  "Doku", Sanggar Sinema Storylab, Reinardus Nugraha
    5.  "Rasa Rindu", Sanggar Sinema Storylab, Nuraziz Widayanto
    6.  "Senyum Pagi ini", Sanggar Sinema Storylab, Derry Rukmana
    7.  "Sang Pelukis Masa Depan", Jankar Multimedia, Helmy Rizal Fauzi
    8.  "CintAble", FK Unpad, Putri Widi S.
    9.  "Punk Rock Jalanan", Iwan Aryanggi
    10. "Jantan", Potret Cinema.An, Trismandiat
    11. "Takut", Potret Cinema-An, Trismandiat
    12. "Leave Me", Sisar and Roll Time, Ary M. Subarkah
    13. "Paranoia", Sebelas12, Ary M. Subarkah
    14. "Battle", Mozzart Production, Robby Prasetyo
    15. "Penantian Tri", Sublimotion, Resna Ria Asmara
    16. "Temani Aku Mati", Trias Picture, Romi Tria
    17. "Grace", Afterschoolhomeworks, Argin Hasta
    18. "Aku Pasti Datang di Hari Pernikahanmu", I-Say Production, Imam Sas
    19. "Jalan Sudirman", I-Say Production, Imam Sas
    20. "Nyamuk", 2.0 Megapixel Production, Bayu Decky W.
    21. "Wawan & Wati", Ventilasi, Angga Hamzah Firdaus
    22. "Hidup adalah Pendakian", Cinemaks, Mahabb Adib Abdillah
    23. "Carut Marut", Cinemaks, Achmad Hilman
    24. "Pusaka Indonesia", Cinemaks, Mr. Patriks
    25. "Powderman", To The Moon Picture, Marky Yahya Ali
    26. "Kursinya", To The Moon Picture, Marky Yahya Ali
    27. "Loloni", To The Moon Picture, Marky Yahya Ali
    28. "Strangers", To The Moon Picture, Marky Yahya Ali
    29. "Jomblo Tabah", Little Think, Alif Kusmanto 
    30. "Bu", Layar Tancap, Alam Putra
    31. "Ringbacktut", Set Film Workshop, Didin Wahyudin
    32. "Benting", Forum Filmmaker Pelajar Bandung, Ahmad Hasan Yuniardi
    Kesemua karya ini akan melalui tahap kurasi sebelum terpilih sebagai official selection dan masuk tahap penjurian.

    Jangan terlewat bagi personel tim dari karya-karya yang disertakan dalam Festival Padjadjaran, untuk mem-posting tulisan di blog resmi ini (festivalpadjadjaran.blogspot.com) tentang deskripsi karya, deskripsi tim, deksripsi produksi, ataupun pandangannya tentang dunia sinematografi di Kota Bandung dan sekitarnya.
    Hal ini merupakan bagian dari proses katalogisasi karya dari sineas Jawa Barat, dalam hal ini Bandung-sekitarnya.

    Inilah "Ekspresi Kebebasan".
    Mari kita berfestival!

    Rabu, 12 Januari 2011

    Video Klip yang Dikurasi untuk Masuk Official Selection

    Berikut adalah karya-karya yang masuk ke meja panitia sebagai peserta kompetisi di Festival Padjadjaran: Festival Film dan Video Klip Bandung 2011.

    1.   Auvie "Tak Bisaku Mendua", produksi Rollingaction, sutradara Ery Muchtar
    2.   Sars "Carousel", Fix Production, M. Myrdal
    3.   Baby Eats Cracker "Kish-Kish", Liga Film Mahasiswa ITB, Ahmad Husan
    4.   Karinding Militan "Manunggalung Kawula Gusti", Ori
    5.   Karnatra "Kala Pagi Menjelang", Ori
    6.   Deu Monkey "Aku Dulu", Potret Cinema.an, Trismandiat
    7.   Corner Parodies "I Heart You (Parodi Sm*sh), Corner Parodies, M. Ridwan
    8.   Gladiator "Never Trust Them", Mxworks, Mega Pamungkas
    9.   Rocket Rockers "Hari Untukmu", Mxworks, Mega Pamungkas
    10. Inwise "Sense Fail", Mxworks, Mega Pamungkas
    11. Soul Id "Hanya Bayangan", Mxworks, Mega Pamungkas
    12. Soul Id "Siapa yang Bilang", Mxworks, Mega Pamungkas
    13. Glory of Love "Rasa Ini Tak Ada Lagi", Mxworks, Mega Pamungkas
    14. Goodboy Badminton "Kartu Mati", Gravitasi Video, Mochamad Irsan
    15. Summertime "Bab yang Hilang", Sinatras, Adrian
    16. Originally Stand Alone "Berlalu", Superwortel Motion, Tonny Januardi
    17. Migrain "Jalanku Jalanmu", Kopiteh Production, Jhon Susana
    18. Brillian at Breakfast "Nobody Ever Died of a Broken Heart", Santosa Sandiarjo
    19. Bottlesmoker "Slo Mo Smile", Isha Hening
    20. Bottlesmoker "Stringless Purslane", Isha Hening
    21. Bottlesmoker "Before Circus Over", Boediono
    22. Bottlesmoker "Walls", Viktor Barkar


    Kesemua karya ini akan melalui tahap kurasi sebelum terpilih sebagai official selection dan masuk tahap penjurian.

    Jangan terlewat bagi personel tim dari karya-karya yang disertakan dalam Festival Padjadjaran, untuk mem-posting tulisan di blog resmi ini (festivalpadjadjaran.blogspot.com) tentang deskripsi karya, deskripsi tim, deksripsi produksi, ataupun pandangannya tentang dunia sinematografi di Kota Bandung dan sekitarnya.
    Hal ini merupakan bagian dari proses katalogisasi karya dari sineas Jawa Barat, dalam hal ini Bandung-sekitarnya.

    Inilah "Ekspresi Kebebasan".
    Mari kita berfestival!

    Tone of Evil by MyrdalismPictures

    ekspresi kebebasan???



    Oleh Mochammad Myrdal

    Selasa, 11 Januari 2011

    "Sang Pelukis Masa Depan"



    Sinopsis:
    fadil adalah seorang pemuda yang selalu berusaha mandiri
    dalam menjalani setiap kehidupan.
    Dia tak pernah membiarkan terkalahkan oleh keadaan.
    Namun suatu ketika cobaan berat menghampirinya dia sempat membuatnya
    tak sanggung menerima keadaan tapi,teringatnya dia oleh suatu kata
    motivasi kemudahan di setiap kesulitan.


    Tim Produksi

    Producer : Muhammad Irfan
    Director : Helmi Rizal & Muhammad Irfan
    Ass Director : Nursoliha
    D.O.P : Kiki Rizki
    Script Writer : Nursoliha, Dina, Regina
    Cameraman : Salman & Saifullah
    Lighting : Lukman & Hendi
    Art Director : M.Angga
    Ass Art Director : Intan,santy & feron
    Editor : Kiki Rizki
    Ass Editor : M.faisal
    Desaign Grafis :Ardhi& Eko
    Narator : Muhammad Nurtommy


    "Komunitas film cimahi"

    Movieglad Pictures: Rio The Playboy Goes to Festival Padjadjaran


    Sinopsis:
    Rio adalah seorang playboy yang memiliki 5 pacar (2 Perempuan adalah kembar). Suatu ketika, dengan serentak 5 pacar nya tersebut menyatakan bahwa mereka hamil. Rio pun kebingungan, di suatu sisi Rio harus menyelesaikan tanggunga jawabnya sebagai mahasiswa. Saat sedang bingung – bingungya, Rio di culik, di bekam hingga pingsan. Dan pada saat terbangun Rio sudah dalam keadaan terikat, tak bisa bergerak bebas. Dan ketika dia melihat kesekelilingnya ternyata semua pacar – pacarnya hanya menjebaknya, suruhan dari kekasih lalu nya yang Rio tinggalkan dalam keadaan benar – benar hamil. Kekasih lalunya itu pun dendam. Hingga akhirnya Rio di bakar hidup – hidup tanpa di beri kesempatan untuk meminta maaf.
    Cast
    Rio : Irfan Rachmansyah
    Teman Rio 1 : Angga
    Lina 1 : Nitra Xenidra Tresnayani
    Lina 2 : Riska Permata
    Lina 3 : Lyan, Saripah Novieanti
    Lina 4 : Novi Yuliastin
    Lina 5 : Afni Permatasari
    Tim Produksi
    Produksi : Movieglad Pictures
    Produser : Meidy Ahmad Harish
    Eksekutif Prod : Wimpy Windianto
    Manajer Produksi : Andri Dwi Putra
    Talent Cord. : Irfan R
    Make-Up Artist : Novi
    Sutradara, DOP : Meidy Ahmad Harish
    Production Asst. : Surahman
    Trailer:

    Senin, 10 Januari 2011

    POTRET CINEMA.AN

    POTRET CINEMA.AN mempersembahkan 2 (dua) Film pendeknya untuk berlaga di Festival Padjadjaran

    POTRET CINEMA.AN
    adalah sebuah sub komunitas sineas muda dari sebuah Organisasi Teater dan Kabaret remaja di Bandung, mereka yang mempunyai visi dan misi yang sama berniat untuk mengembangkan kegemaranya di komunitas ini. POTRET XIX (Pondok Teater dan Kabaret 19) adalah organisasi yang menjadi induk dari sub komunitas ini, menjadikan mereka yang didalamnya larut dalam hubungan kekeluargaan disetiap produksi-produksi film pendek yang dibuatnya.

    Di ajang Festival Padjadjaran POTRET CINEMA.AN mencoba untuk ikut ambil bagian dalam kesempatan mengekspresikan kebebasan berkaryanya dengan mengirimkan 2 (dua) film pendek, yaitu JANTAN dan TAKUT !.







    JANTAN "Sebuah film minim dialog, sarat dengan nilai persahabatan . . .
    "

    Jenis Film :
    Fiksi (Minim dialog)

    Produser :
    POTRET XIX
    Produksi :
    POTRET CINEMA.AN 2009

    Durasi :
    00:13:24

    Cast & Crew
    Pemain :
    Decky M Yasir
    Sandi Rezza Pradana
    Sutradara :
    Tris Emdih




    JANTAN (Decky M Yasir) MERUPAKAN SEORANG PELAJAR SMA YANG MEMPUNYAI SAHABAT BERNAMA CIPTA (Sandi Rezza Pradana).

    DALAM MELEWATI HARI-HARINYA MEREKA SELALU BERSAMA. NAMUN YANG MEMBEDAKAN DARI KEDUANYA ADALAH SIFAT JANTAN YANG AROGAN DAN PENAKUT, SEHINGGA DIA MENDAPATKAN MUSIBAH KECELAKAAN.

    SEBUAH KONFLIK SEDERHANA YANG DIBANGUN DALAM SEBUAH TRAGEDI KECELAKAAN, DAN BERUSAHA MENGANGKAT PENTINGNYA SEBUAH KEPUTUSAN TEPAT DALAM MENGHADAPI APAPUN, JUGA BERFIKIR JAUH DENGAN RESIKO YANG AKAN KITA TERIMA DARI APA YANG KITA PERBUAT.



    TAKUT ! "misteri dibalik hilangnya buku cata
    tan"













    POTRET CINEMA.AN mempersembahkan sebuah film ‘TAKUT!’
    DODI SUANDI YOGI G AKBAR OFI MULYANA ADIYA R RAHMA A FEBRIANI JANUAR

    penata kamera TRIS EMDITH DERI DARUSMAN DIAN HAYDN penata musik DIAN HAYDN peralatan OFI ALDRICO DECKY SURYA
    penata artistik RIZWANTO JANUAR penata suara TRIS EMDITH DIAN HAYDN SENO SAMODRO B
    penata peran DIAN HAYDN
    kliper LUTFI MIA F YOGI DECKY JANUAR pencatat adegan DIAN DJAVA BETA SANDY
    editing TRIS EMDITH ass. sutradara DIAN HAYDN TANTRA RISMAN

    produksi POTRET CINEMA.AN naskah & sutradara TRIS EMDITH
    © 2009-2010



    video
    Trailer 'Takut !'



    TATANG (Dodi Suandi) ADALAH SEORANG SISWA LABIL YANG POLOS, IA SUDAH TAHU BAHWA TEMAN-TEMANNYA (Yogi G Akbar, Ofi Mulyana, Adiya, dll) MEMANG MAYORITAS SISWA NAKAL, HINGGA IA SELALU MENULISKAN SEGALA KEJADIAN YANG TERJADI DI SEKOLAHNYA PADA SEBUAH BUKU CATATAN.

    TATANG PUN MENCOBA UNTUK MENJADI SEORANG SISWA YANG BISA DIAKUI KENAKALANNYA, KARENA BEBERAPA SISWA DIKELASNYA CENDERUNG MEMBANGGA-BANGGAKAN APA YANG TELAH MEREKA LAKUKAN.

    SUATU WAKTU BUKU CATATANNYA TERTINGGAL DIKELASNYA DAN HILANG ENTAH KEMANA, DIMULAI DARI BUKU YANG HILANG TERSEBUT, SETIAP TINDAKAN TATANG SEPERTI ADA YANG MENGHANTUI,



    POTRET CINEMA.AN berharap agar film pendeknya dapat diterima dengan baik oleh para apresiatornya.

    -emdith-

    Potret Cinema.an


    Sabtu, 08 Januari 2011

    Saatnya Karya Dipastikan Memenuhi Ketentuan, Lalu Dikurasi. Semuanya Dapat Ruang untuk Diapresiasi.

    Sekitar 40 karya film dan video klip telah masuk . Kami belum bisa menyebutkan angka pastinya karena beberapa karya belum melengkapi ketentuan sehingga belum terhitung sebagai karya yang masuk kompetisi. Kelengkapan yang dimaksud yaitu:
    • poster film dan poster musisi untuk kompetisi video klip ukuran A2 yang sudah diprint.
    • foto behind the scene untuk kompetisi film pendek minimal 3 buah ukuran minimal 8R yang sudah diprint
    Kenapa keduanya menjadi penting? Itu karena kami berencana akan mengadakan pameran poster dan foto behind the scene untuk setiap karya yang didaftarkan. Selain dua hal itu, untuk kompetisi film pendek, beberapa pengumpul karya belum menyertakan surat keterangan yang menjamin bahwa elemen tambahan yang digunakan dalam film (seperti footage video dan/atau musik latar) adalah original atau atas izin pihak terkait.

    Panitia memiliki kebijakan memberikan waktu 2x24jam (hingga Senin, 10/1) kepada peserta Festival Padjadjaran: Festival Film dan Video Klip Bandung 2011 untuk melengkapi persyaratan tersebut. Walau masih tergolong festival yang baru, kami tetap berusaha mencoba menjalankan Standard Operating Procedure sebuah festival yang lazim berlaku.


    Setelah karya dipastikan telah memenuhi ketentuan kompetisi, panitia akan melakukan sistem kurasi terhadap karya-karya yang masuk. Panitia telah memiliki tim kurator yang turut menentukan programming dari festival ini. Tanpa bermaksud arogan, tim kurator memiliki kewenangan penuh untuk menentukan karya yang masuk official selection dari Festival Padjadjaran: Festival Film dan Video Klip Bandung 2011 dan maju ke tahap penjurian. Perihal berapa jumlah karya yang lolos, panitia tidak menentukannya dengan patokan angka tertentu. Hal itu merupakan bagian dari festival programming.


    Walaupun demikian, seluruh pengumpul karya (sineas) memiliki kesempatan untuk mendapat ruang untuk terapresiasi, selain melalui pameran poster dan foto bts dari tiap karya saat pelaksanaan festival (27-29 Januari 2011) meski karya tersebut tidak masuk official selection, juga melaui posting pribadi dalam blog ini. Sebagaimana tercantum dalam ketentuan, "Filmmaker dan Videografer yang sudah mendaftarkan karyanya akan diberi akses (email dan password) untuk mengisi blog resmi Festival Padjadjaran sebagai bukti keikutsertaan. Filmmaker dan Videografer dapat memanfaatkannya untuk ajang promosi diri dan/atau karyanya. Akses diberi setelah penyerahan karya."


    Tak ada batasan dalam menulis di blog ini selama bertanggung jawab, dengan artian setiap posting dibubuhi nama penulis dan asal komunitas/kelompok/tim produksi. Dari sana seluruh sineas dapat menerangkan apapun yang berkaitan dengan diri, karya, komunitas/kelompok/tim produksi, atau film/bidang sinematografi secara umum ataupun konteks sosial yang melingkupinya. Panitia memiliki wewenang untuk menutup posting-an yang dapat memicu konflik.


    Inilah "Ekspresi Kebebasan".
    Mari kita berfestival! 

    Kamis, 06 Januari 2011

    Detik-Detik yang Menentukan!

    Sebagai tahap awal dari perhelatan Festival Padjadjaran: Festival Film dan Video Klip Bandung 2011, pengumpulan karya telah masuk penghujung waktu. Kira-kira terhitung 1x24 jam dari sekarang, kami menutup pendaftaran karya.

    Kami benar-benar ingin memastikan, setiap karya terbaik yang pernah dihasilkan oleh sineas Jawa Barat (dalam hal ini Bandung dan sekitarnya) dalam bentuk film dan video klip terdaftar seluruhnya dalam festival ini. Mengingat festival ini ada untuk menjadi barometer bagi kemajuan perfilman Jawa Barat pada umumnya dan Bandung-sekitarnya pada khususnya. Menjadi sebuah pencapaian juga bagi kami, festival ini dapat menghasilkan katalog karya sinematografi dari sineas di tanah Sunda.

    Semoga sedikit kontribusi dari kami, sebagai bagian dari perfilman Jawa Barat, dengan menyelenggarakan festival ini, "gayung bersambut" dengan spirit rekan-rekan sineas tanah Sunda untuk terus menghasilkan karya yang semakin berkualitas. Tak lain dan tak bukan, melalui festival ini kami ingin mengajak rekan sesama sineas untuk turut andil dalam memajukan perfilman nasional dimulai dari tingkat lokal.

    Kami berharap, semoga pergerakan itu dapat ditandai atau dimulai melalui festival ini.
    Festival milik kita, yang kami selenggarakan sejauh yang kami bisa, untuk kemajuan kita bersama.
    Mari berfestival!
    "WAKTUNYA TUNJUKKAN KARYAMU!"

    Minggu, 02 Januari 2011

    Kini, Pendaftaran Ditambah "Injury Time" dan Drop Box Disediakan di Beat and Bite

    Pendaftaran karya untuk masuk dalam kompetisi di perhelatan Festival Padjadjaran: Festival Film dan Video Klip Bandung 2011, telah memasuki "injury time". Panitia memberikan tambahan waktu agar memastikan kesempatan ini tidak terlewatkan bagi sineas (filmmaker dan videografer) Bandung untuk mendaftarkan karyanya. Penerimaan karya untuk kompetisi kini diperpanjang hingga 7 Januari 2011.

    Untuk memberikan kemudahan dan mendekatkan jangkauan sineas untuk menyerahkan karyanya, sekarang telah disediakan Drop Box di Cafe Beat and Bite, Jalan Ambon 8A Bandung. Para sineas yang berniat mengirimkan karyanya, dapat secara langsung memasukannya ke Drop Box yang sudah "ditongkrongkan" di sana. Jadi sambil menyerahkan karya beserta kelengkapan lainnya, para calon partisipan dapat sambil hang out di cafe yang sudah dikenal sebagai salah satu tempat nongkrongnya anak-anak kreatif Bandung. Cafe buka dari pukul 16.00 hingga 24.00.

    Kembali mengingatkan kelengkapan yang harus disertai dengan karya. Bersama karya yang berbentuk DVD (file data), para sineas menyertakan: formulir yang telah diisi, foto behind the scene minimal 3 foto minimal ukuran 8R (bentuk terserah), surat izin/keterangan penggunaan materi dari pihak lain atau pembuatan video klip dari band, poster ukuran A2 dan skrip (khusus untuk karya film pendek), dan foto band ukuran bebas (khusus untuk karya video klip). Kelengkapan itu menjadi syarat untuk karya bisa masuk dalam kompetisi.

    Mari Kita Berfestival dan mari kita bersama membuat katalog karya sineas Bandung!
     "WAKTUNYA TUNJUKKAN KARYAMU!"